Atasi Korona, RUU Cipta Kerja Mestinya Dipercepat Bukan Ditunda

Kerjasejahtera.net – Dalam rangka mengatasi pandemi korona atau Covid-19, bukannya mempercepat, pembahasan RUU Cipta Kerja justru akan ditunda.

Tentu itu tidak sehat bagi perkembangan investasi di Indonesia ke depan. Apalagi diketahui bahwa korona benar-benar menyebabkan sejumlah kanal perekonomian terhambat, dan itu butuh solusi nyata seperti melalui pengesahan segera RUU Cipta Kerja.

Tetapi apa boleh buat. Melalui akun media sosial resminya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah bersama DPR RI sepakat untuk melakukan penundaan pembahasan rancangan kebijakan tersebut. Alasan utama yang disampaikannya adalah ugar RUU Cipta Kerja bisa lebih didalami lagi pasal per pasal.

“Mengenai RUU Cipta Kerja yang seharusnya sedang dibahas pekan-pekan ini, pemerintah dan DPR memiliki pandangan yang sama untuk menunda pembahasannya. Penundaan itu telah pemerintah sampaikan ke DPR pekan lalu,” jelas Jokowi, Senin (27/4).

Presiden berharap penundaan tersebut memberi waktu lebih bagi pemerintah dan DPR untuk mendalami substansi dari semua pasal yang terkandung.

“Dengan penundaan tersebut, pemerintah beersama DPR memiliki waktu yang lebih banyak untuk mendalami substansi dari pasal-pasal yang berkaitan, juga untuk mendapatkan masukan-masukan dari para pemangku kepentingan.”

Namun, sebagaimana dilaporkan Kompas, sekitar pukul 12.20 WIB, unggahan tersebut dihapus. Tidak lama kemudian, muncul unggahan dengan konten serupa tetapi dengan revisi. Bahwa ternyata yang ditunda pembahasannya adalah khusus klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja.

“Kemarin pemerintah telah menyampaikan kepada DPR dan saya juga mendengar Ketua DPR sudah menyampaikan kepada masyarakat bahwa klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja ini pembahasannya ditunda, sesuai dengan keinginan pemerintah.”

Membaca itu, kita bisa memastikan kalau penundaan pembahasan RUU Cipta Kerja yang sebenarnya tengah dalam godokan pemerintah bersama DPR RI disebabkan oleh sejumlah penolakan dari segelintir pihak. Mereka utamanya mengambil pandemi korona sebagai alasan, bahwa penanggulangan Covid-19 jauh lebih penting dikedepankan daripada RUU Cipta Kerja.

Padahal, jika kita jeli mengamati perkembangan akhir-akhir ini, mestinya RUU Cipta Kerja dipercepat dalam masa pandemi korona, bukan malah dilakukan penundaan terhadapnya. Tidakkah pemerintah sadar kalau korona menyebakan maraknya PHK di berbagai daerah?

Hal itu saja sudah menjadi bukti bahwa RUU Cipta Kerja urgent segera disahkan dan diterapkan. Rancangan kebijakan ini, dengan segala ketentuan cipta kerja di dalamnya yang komprehensif, setidaknya bisa jadi modal besar setelah pandemi berlalu.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram